| Fishing |
|
|
|
| Ditulis oleh yopra |
| Senin, 04 Mei 2009 00:00 |
|
Sebagai manusia yang terus disibukkan sepanjang tahun dengan urusan mengajar dan mendidik membuat guru pada akhirnya menjadi seperti mesin yang melaksanakan tugasnya hanya sebagai pemenuhan keawajiban semata. Belum lagi dengan suasana lingkungan kerja yang tak lepas dari perselisihan, silang pendapat, silang kata, silang rasa dan lain sebagainya, ditambah lagi dengan lingkungan masyarakat yang tidak menunjang, tekanan ekonomi yang semakin berat, dan lain sebagainya. Jika situasi ini dibiarkan maka dapat dimengerti kalau banyak guru menjadi kehilangan motivasi, patah semangat, bahkan cenderung masa bodoh atau bahkan "semau gue", karenanya dibuatlah kegiatan yang dapat menyatukan kembali guru dengan visi misinya, atau merekatkan kembali hubungan silaturahmi yang terkesan renggang, Salah satu kegiatan yang dilakukan oleh sebagian guru,( maunya sih seluruh guru, but ya masing-masing punya kesibukan ya jadinya sebagian guru), adalah melarikan diri ke laut (pura-puranya sih mau mancing), so dari om-om (omong-omong maksudnya), sepakatlah untuk pergi kelaut macing sehabis UN (25 April), jadi dibagilah tugas dan tanggung jawab, ada yang nyari perahu, ada yang seksi transportasi darat, ada yang konsumsi, ya pokoknya saling sumbang tuk sukseskan acara mancing bersama. And jadilah pagi itu, 25 April 2009, sebagian guru and keluarga meluncur ke pelabuhan Pomako, untuk selanjutnya menumpang perahu tempel ke muara Pomako yang berbatasan langsung dengan laut Arafuru nan indah. Setelah membentangkankan tikar and makan siang (atau pagi?) para guru mencoba peruntungannya dengan melemparkan kailnya kelaut, dan seperti yang sudah dapat di duga, karena sebagian adalah pemancing amatir ya ikannya pada cuek saja. Eh saking asiknya ngrayu ikan supaya mau nyantol di kail, perahu yang hanyut sampai ngga kerasa, dan tahu-tahu, para ibu-ibu yang menunggu di darat menghilang dari pandangan mata. Baru nyadar kalau perahu sudah hanyut. Nah lo baru semua sibuk, ada yang loncat ke air untuk narik perahu, ada yang makai kayu buat dorong, ada yang makai papan buat dayung, mana ngga ada yang punya keahlian buat ngidupin mesin tempel, he..he..he.. Ya untungnya dengan segitu besar usaha, akhirnya sang perahu mau juga minggir, yah legalah, so dari pada nanti hanyut lagi mending pulang aza, mana matahari dah mulai tersenyum di sebelah barat. nanti kapan-kapan lagi baru mancing dengan persiapan yang lebih mantab. and waktu yang lebih panjang biar puas ngerayu ikannya, walau belum tentu dapat juga sih? Yang penting dah ngerasain ikan bakar rasa pasir disana..he..he..he.. |
| Terakhir Diperbaharui ( Senin, 04 Mei 2009 18:19 ) |






